Sunday, August 2, 2009

10 kiat menumbuhkan harga diri


Artikel sebelumnya dengan judul "10 kiat menjadi pendengar yang baik" telah menambah wawasan kita untuk memperbaiki inner beauty kita. Dan selanjutnya, ada hal lain yang dapat meningkatkan inner beauty kita yaitu Harga diri.

Harga diri adalah harta yang tak ternilai. Orang yang memiliki Harga diri umumnya menjadi pemenang. Orang yang harga dirinya rendah biasanya menjadi korban. Temukanlah 10 kiat untuk memperkuat Harga diri Anda dalam artikel ini.
  1. Belajarlah untuk selalu menghargai diri sendiri. Dengan begitu Anda tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk menilai diri Anda rendah. Bahkan kalau orang lain merendahkan Anda, Anda tidak perlu merasa terganggu karena Anda sudah merasa memiliki harga diri yang kuat, yang tertanam di dalam jiwa Anda.
  2. Belajalah untuk menyukai diri Anda sendiri. Menyukai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, mau melihat sisi yang positif, dan mau menjadi sahabat bagi diri sendiri. Ini sangat penting bagi peningkatan harga diri Anda.
  3. Milikilah gambaran mengenai harga diri Anda yang positif. Gambaran diri Anda akan sangat mempengaruhi tingkah laku Anda. Gambarkanlah diri Anda sebagai seorang pribadi yang punya potensi untuk bertumbuh, pribadi yang bisa berguna bagi orang lain, pribadi yang utuh, pribadi yang pantas untuk dihargai, dan pribadi yang berhak untuk menikmati hidup menjadi bahagia.
  4. Lakukanlah apapun pada yang Anda anggap penting. Pikirkanlah hal-hal apa saja yang ingin Anda lakukan yang bisa mengubah hidup harga diri Anda menjadi lebih baik, meningkatkan kualitas hidup Anda dan yang bisa membuat Anda lebih bahagia. Kalau selama ini Anda menghindarinya kerena merasa tidak mampu, takaut atau malu, paksalah diri Anda untuk melakukannya. Anda akan terheran-heran karena ternyata Anda mampu. Apa yang selama ini Anda hindari ternyata sesuatu yang bisa memacu gariah hidup Anda.
  5. Belajarlah untuk hidup mandiri. Ketrgantungan bisa membuat Anda rentan terhadap penolakan dan bisa membuat Anda merasa kurang harga diri. Jangan pernah menganggap siapapun sebagai sumber kebahagiaan dan sandaran hidup Anda, kecuali Tuhan.
  6. Tanamkanlah keyakinan bahwa tak seorangpun bisa membuat Anda hilang atau berkurang kecuali atas persetujuan Anda. Bila ada sikap atau ucapan orang lain yang berusaha merampas harga diri Anda, pastikan Anda mempertahankannya dengan pengendalian diri. Katakan kepada diri sendiri bahwa hal itu memang menyinggung perasaan Anda merasa kehilangan harga diri Anda.
  7. Ingatlah untuk tidak menghubung-hubungkan diri Anda dengan kesalahan atau kegagalan yang Anda alami. Kesalahan dan kegagalan memang kondisi yang bisa menyerang harga diri, namun Anda perlu dengan tegas membela harga diri Anda. Jangan biarkan ppikiran negatif terus-menerus meneror Anda. Segera perbaiki kesalahan yang Anda lakukan dan belajarlah dari kegagalan. Kemudian, mulailah bergerak untuk memperbaiki kesalahan dan bangkit dari kegagalan. Itulah yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki harga diri kuat.
  8. Milikilah konsep yang benar mengenai harga diri. Ingatkan diri Anda bahwa harga diri yang sejati itu bersifat internal, sesuatu yang berasal dari dalam, bukan bersifat eksternal. Anda sendirilah yang menentukan harga diri ANda, bukan benda atau orang lain. Harga diri tidak bisa diukur oleh materi, seperti rumah yang bagus, mobil yang mahal, pakaian bermerek, assesoris yang ngetrend, dsb. Semuanya itu hanya memberikan rasa harga diri yang semu. bahkan harga diri juga tidak bisa diukur dari prestasi atau sukses, meskipun keduanya bisa meningkatkan harga diri.
  9. Kembangkanlah terus harga diri Anda dengan pengenalan diri yang lebih baik, perkembangan diri yang optimal, kegiatan spiritual yang lebih dalam dan hubungan sosial yang lebih luas. Jangan mengejar pengakuan dan pujian dari orang lain untuk mendongkrak harga diri Anda, karena hal itu tidak akan lama. Namun tentu saja Anda tidak perlu menolak setiap pernghargaan tulus yang diberikan oleh orang lain.
  10. Waspadalah setiap kali Anda menyerang harga diri Anda sendiri. Semua usaha Anda menumbuhkan harga diri akan sia-sia bila tanpa sadar Anda menghancurkannya sendiri. Perusakan harga diri yang Anda lakukan sendiri biasanya berupa kecaman, kemarahan, dan hukuman. Misalnya, ketika Anda bicara pada diri sendiri, "Dasar aku bodoh!, "Lagi-lagi aku memperlakukan diri sendiri!", "Betapa buruk penilaian dia padaku!", dsb.
e5xsvjh98q

Bagi yang ingin mencoba Bisnis baru dengan cara mudah dan menghasilkan banyak keuntungan, klik link dibawah ini.
http://abe-rabbit.blogspot.com/2010/12/cara-cepat-mencari-uang-dengan-program.html

Saturday, August 1, 2009

10 kiat menjadi Pendengar yang baik


Umumnya kita lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Namun orang lain membutuhkan kita tidak hanya sebagai pembicara, tapi juga sebagai pendengar.

Bila Anda ingin meningkatkan kualitas hubungan sosial Anda, Anda perlu belajar menjadi pendengar yang baik, karena dunia telah dipenuhi dengan banyak pendengar yang buruk.

Namun menjadi pendengar yang baik merupakan keahlian yang perlu dipelajari dan dipraktekkan terus menerus. Artikel ini akan menunjukkan kiat-kiat yang sangat berguna bagi Anda yang mau menjadi pendengar yang baik.

  1. Pusatkan perhatian Anda pada orang yang sedang berbicara dan dengarkan apa yang dia katakan. Jangan biarkan pikiran anda melayang ke tempat lain. Hanya dengan cara seperti itu Anda bisa belajar menjadi pendengar yang baik.
  2. Pandanglah mata lawan bicara Anda dengan wajar. Ini memberikan kesan bahwa Anda memperhatikan apa yang diucapkan dengan sungguh-sungguh.
  3. Berikan respon yang bersahabat. Respon kecil yang mungkin tampak sepele bisa membuat dia merasa dihargai. Sekali-kali Anda bisa mengangguk, menggelengkan kepala, tersenyum, tertawa atau memberikan komentar-komentar pendek seperti Oh ya?, hebat!, luar biasa! Wow....! dsb.
  4. Berikanlah kesempatan lawan bicara Anda untuk menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya Hindari kebiasaan memotong pembicaraan orang lain. Selain tidak sopan, kebiasaan itu bisa membuat dia merasa kesal dan tersinggung.
  5. Bila Anda merasa bosan atau tidak berminat dengan topik pembicaraannya, alihkan dengan perlahan-lahan. Jangan sesekali mengubah topik pembicaraan secara mendadak seperti pengemudi yang belok tanpa menyalahkan lampu righting terlebih dahulu.
  6. Buatlah lawan bicara Anda bergairah untuk terus bicara. Bila anda berhasil memancing gairah orang yang semula kurang antusias, maka Anda telah berhasil merebut hatinya. Namun dalam hal ini Anda kekecualian bila lawan bicara Anda adalah tipe orang yang suka memonopoli pembicaraan. Orang yang bertipe seperti itu biasanya akan selalu bergairah untuk terus berbicara meskipun Anda sudah terkantuk-kantuk.
  7. Kendalikan diri Anda untuk tidak tergoda ingin mengalahkan lawan bicara Anda. Anda bisa memadamkan gairah orang lain hanya dengan menunjukkan bahwa Anda lebih oke daripada dia. Biarkan dia merasa bangga dengan prestasi atau pengalamnnya meskipun Anda punya prestasi dan pengalaman yang lebih hebat darinya.
  8. Dalam kasus-kasus khusus, belajarlah untuk meringkas apa yang diuraikan oelh teman Anda sebelum Anda memberikan komentar atau nasehat. Bersikaplah seperti seorang dokter yang mendiagnosa dulu penyakit pasiennya dengan teliti sebelum menyimpulkan apa penyakitnya dan memberikan resep obat. Bayangkan bila ada orang yang menceramahi Anda panjang lebar, padahal tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda ungkapkan.
  9. Belajarlah peka terhadap motif orang lain. Mungkin dia sedang mencurahkan isi hatinya tanpa keinginan untuk dinasehati, apalagi disalahkan. Jadi Anda cukup berperan sebagai pendengar saja. Mungkin dia sedang menceritakan pengalamannya agar Anda memujinya. Pujilah dengan spontan dan tulus. Mungkin juga dia sedang mengajak Anda masuk dalam komunikasi yang lebih akrab dan terbuka. Kalau Anda mau, mulailah melakukan komunikasi dua arah.
  10. Belajarlah mendengar dengan tulus.

Semua kiat tersebut di atas tidak akan membuat Anda menjadi pendengar yang baik bila Anda tidak melakukannya dengan tulus. Anda tidak akan menjadi pendengar yang baik kalau Anda terbiasa berpura-pura menjadi pendengar yang baik.

from: visi victory


dw2zneqgpu
Bagi yang ingin mencoba Bisnis baru dengan cara mudah dan menghasilkan banyak keuntungan, klik link dibawah ini.
http://abe-rabbit.blogspot.com/2010/12/cara-cepat-mencari-uang-dengan-program.html