Oleh: Agung Santosa
Tetes air mata mengalir sedih,
aku pun melamun dalam bayang sepi,
sungguh ku mengenal semua seifatmu
namun tak mampu ku ucapkan kata.
seakan ada cinta yang memikatku,
namun ku menangis dalam lamunanku,
ku yakin lamunanku hanya mimpi,
namun karena kau tlah pergi jauh.
kemana,
adanya,
cinta sucimu.
kemana,
adanya,
harapan pasti.
saat malam tiba langit pun tenggelam,
kala rasa hati berselimut besar,
kala ku ingin mencoba mengejar,
namun ku hanya mampu teriak.
Tetes air mata mengalir sedih,
aku pun melamun dalam bayang sepi,
sungguh ku mengenal semua seifatmu
namun tak mampu ku ucapkan kata.
seakan ada cinta yang memikatku,
namun ku menangis dalam lamunanku,
ku yakin lamunanku hanya mimpi,
namun karena kau tlah pergi jauh.
kemana,
adanya,
cinta sucimu.
kemana,
adanya,
harapan pasti.
saat malam tiba langit pun tenggelam,
kala rasa hati berselimut besar,
kala ku ingin mencoba mengejar,
namun ku hanya mampu teriak.





