Showing posts with label Tugas akhir Skripsi. Show all posts
Showing posts with label Tugas akhir Skripsi. Show all posts

Wednesday, August 5, 2009

SKRIPSI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN KARIR DI SEKOLAH DAN MINAT BEKERJA DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2008/2009



Penelian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal. Pertama, Hubungan antara Bimbingan Karir di Sekolah (X1) dengan Kesiapan kerja (Y) Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N & Yogyakarta. Kedua, Hubungan antara Minat Bekerja (X2) dengan Kesiapan Kerja (Y) Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 7 Yogyakarta. Ketiga, Hubungan anatar Bimbingan Karir di Sekolah (X1) dan Minat Bekerja (X2) dengan Kesiapan Kerja (Y) Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 7 Yogyakarta.

Penelitian ini merupakan penelitian ex pose facto. Populasi penelitian adalah 71 siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 7 Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Uji coba instrumen dilakukan pada kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 1 Karang Anyar. Uji Validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Untuk menguji hipotesis pertama dan kedua digunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Sedangkan untuk menguji hipotesis ketiga digunakan teknik analisis korelasi ganda yang dilanjutkan dengan analisis regresi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Bimbingan Karir di sekolah (X1) dengan Kesiapan Kerja (Y) Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMKN 7 Yogyakarta dengan ryx1 0,447. (2) Terdapat hubungan posistif dan signifikan antara Minat Bekerja (X2) dengan Kesiapan kerja (Y) Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 7 Yogyakarta dengan ryx2 0,526. (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara Bimbingan Karir di Sekolah (X1) dan Minat Bekerja (X2) dengan Kesiapan Kerja (Y) Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 7 Yogyakarta dengan Ryx1x2 0,561 dan R2 0,314. Ini berarti 31,4% Kesiapan Kerja dijelaskan oleh Bimbingan Karir di Sekolah dan Minat Bekerja, sedangkan 68,6% dijelaskan oleh variabel lain.



p7uz9yh6dg


Bagi yang ingin mencoba Bisnis baru dengan cara mudah dan menghasilkan banyak keuntungan, klik link dibawah ini.
http://abe-rabbit.blogspot.com/2010/12/cara-cepat-mencari-uang-dengan-program.html



Monday, August 3, 2009

Kritisi PP Nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer


Guru, sebuah inspirasi....,sebuah motivasi....,
Yogyakarta-Pernahkah terbersit dalam hati dan pikiran anda untuk menjadi seorang guru? iya? tidak? Beragam jawaban akan muncul, akan tetapi jawaban mengenai sosok guru selalu sama yaitu seseorang yang pantas diteladani, pengayom dan dalam bahasa jawa ada filosofi "guru: digugu lan ditiru". Dan pujian itu sepantasnya diterima oleh para guru yang dengan pengabdiannya telah mencerdaskan tunas-tunas bangsa. Sebuah kekaguman selalu akan ada untuk mereka dan menginspirasi saya untuk mencoba meniti di jalur kependidikan dalam melanjutkan studi. UNY!!! Menjadi pilihan sekaligus takdir bagi saya yang dengan keberuntungan, doa dan usaha yang membuat saya diterima dalam seleksi SPMB 2005, Program Study Pendidikan Administrasi Perkantoran, yach obat kekecewaan setelah tidak diterima di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Aneh tapi nyata, seorang anak bawang dan bau kencur yang notabene menjadi tukang gaduh di kelas menjadi CAGUR_Calon Guru. Dalam kegiatan perkuliahan mulai dari semester 1 sampai akhir semester 7 mata kuliah yang saya tempuh tidak jauh dengan materi yang berhubungan dengan kependidikan. Dari perkuliahan tersebut semua mahasiswa akan digembleng baik dari penampilan, sikap dan perilaku untuk memperkuat image sebagai seorang guru. Dari perkuliahan itulah respect terhadap dunia kependidikan muncul. Saking respectnya dengan dunia kependidikan, sebuah tantangan muncul dalam kegiatan tugas akhir skripsi. Seluruh mahasiswa Program Study Pendidikan Administrasi Perkantoran diwajibkan untuk meneliti dalam bidang kependidikan. Rumit adalah sebuah jawaban yang tepat untuk menggambarkan keadaan saat itu. Akhirnya tantangan saya terima, saya coba mengajukan judul Pengangkatan Guru Honorer SD di Kabupaten Kulon Progo. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan observasi di lapangan, judul pun di revisi dan berubah menjadi Realisasi Pengangkatan Guru Honorer SD Tahun Formasi 2005-2007 Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo (Tinjauan Terhadap PP 48 Tahun 2005).


Sebuah pemahaman tentang PP nomor 48 tahun 2005
Setelah menempuh mata kuliah Tugas Akhir Skripsi saya memperoleh ilmu dan pemahaman baru di bidang sumber daya manusia khususunya tenaga kependidikan. Pemahaman tersebut khususnya pada kegiatan penelitian saya tentang guru honorer. Dari penelitian tersebut terdapat beberapa point penting mengenai pengangkatan guru honorer. PP nomor 48 tahun 2005 merupakan kebijakan pemerintah yang digunakan sebagai landasan hukum kegiatan pengangkatan guru honorer. Salah satu pertimbangan atas kegiatan pengangkatan guru honorer adalah sebagai penghargaan atas pengabdiannya. Dari pemahaman yang saya peroleh atas PP nomor 48 tahun 2005 tersebut berdasarkan kajian tekstual dan kontekstual bahwa kelemahan kegiatan pengangakatan yang nantinya perlu dikaji pemerintah adalah sebagai berikut:
  1. Pengangkatan guru honorer berdasarkan PP nomor 48 tahun 2005 kurang efektif, ditinjau dari perencanaan dan proses pengangkatan.
  2. Pengangkatan guru honorer berdasarkan PP nomor 48 tahun 2005 dapat dimungkinkan kurang memenuhi kualifikasi kebutuhan guru yaitu S1, sebab dalam PP 48 tahun 2005 tidak ditetapkan kualifikasi guru yang dapat diangkat menjadi CPNS.
  3. Pengangkatan guru honorer berdasarkan PP nomor 48 tahun 2005 memungkinkan guru honorer untuk memanipulasi data baik data usia guru maupun data masa kerja.

Solusi
Setelah memahami permasalahan terkait dengan kegiatan pengangkatan guru honorer, dapat diambil beberapa alternatif yang dapat digunakan sebagai sumber masukan pemerintah untuk mengatasi masalah dalam pengangkatan guru honorer yaitu:
  1. Perlu adanya beberapa perubahan terkait dengan birokrasi dan syarat yang harus dipenuhi terkait dengan kegiatan pengangkatan guru honorer.
  2. Karena pengangkatan guru honorer sudah dilaksanakan, maka untuk memenuhi kualifikasi S1 sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di dunia pendidikan, seorang guru honorer dapat diwajibkan untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan S1.
Semuga alternatif solusi ini dapat direalisasikan dan nantinya artikel ini dapat bermanfaat bagi para pecinta pendidikan. MAJU TERUS PENDIDIKAN.....!!!

Bagi yang ingin mencoba Bisnis baru dengan cara mudah dan menghasilkan banyak keuntungan, klik link dibawah ini.
http://abe-rabbit.blogspot.com/2010/12/cara-cepat-mencari-uang-dengan-program.html


6f8km9jsbq